Showing posts with label keseharian anak kost. Show all posts
Showing posts with label keseharian anak kost. Show all posts

Wednesday, April 20, 2011

garis cakra'wara'


@ fakultas ilmu budaya-universitas indonesia
suatu petang di kelas lukis yang sepi ummat

ayah (ir.ilham nurtiasto atianto adhi) nampaknya lupa mengajarkan perspektif dan segala tetek bengek tentang bangun ruang pada anaknya yang paling besar ini. segala garis bantu dan titik lenyap langsung 'lenyap' begitu saja sesaat setelah si dosen keibuan menjelaskan panjang lebar (sambil sesekali mencorat-coret buku gambarku).

"ini namanya garis cakrawala", jelasnya.

'hah? cakrawala? tengadah tinggi-tinggi layaknya seorang congkak hendak melamar langit-kah? aaaahh.. konsep cakrawala di benakku telah mengalami pergeseran makna sejak aku menjadi bagian dari IKK', batinku.

“kamu tarik ke sini, lalu supaya membentuk ruang.  kamu hubungkan dulu titik ini dengan garis ini. nah, kelihatan kan ruangnya?”, beliau semakin seru berceloteh sembari menggoreskan pensil di atas kertas putih pasrah. Sepasrah aku yang tak mengerti akan penjelasan-penjelasannya.

‘hanya magnet dengan kutub berlainan yang dapat saling tarik menarik. apa imajinasi juga perlu memiliki daya magnet tersebut, agar dapat langsung mengerti dan mengaplikasikan segala konsep normatif? bagaimana jika nyatanya kotak imaji dalam otakku dan tanganku adalah dua kutub yang sama, sehingga keduanya menolak untuk menyatu?, timpalku dalam hati.


“anak-anak, coba perhatikan. misalnya ini garis cakrawala (beliau menjelaskan dengan membentuk sebuah garis khayal dengan kedua tangannya menggores udara). kita hanya dapat melihat segalanya dalam batasan ini saja. nah, nampaknya masih banyak yang belum terlalu paham dengan materi kita kali ini. maka dari itu, saya tidak akan menambahkan materi baru hari ini. (sambil melirik kecil ke arahku). baik. ibu sudahi dulu pertemuan kita kali ini. bagi yang masih ingin memperbaiki gambarnya. silahkan untuk duduk di kelas. atau mungkin ada yang masih ingin bertanya, silahkan..", lagi-lagi dengan suara sangat lembut beliau mengakhiri pertemuan kami kali ini, lengkap dengan senyum yang sepertinya terpatri permanen di wajah ayu yang sudah mulai keriput itu.

Monday, April 11, 2011

nyatanya memang masih bocah

kesendirian tidak boleh mengantarkanku pada kesepian


suatu pagi di hari minggu di kamar kost. ketika beranjak tuk mandi pun aku malas -.-