Monday, January 31, 2011

Biar Birahi Tahu Diri

Aku mau kamu menjamahku hingga fajar menyingsing
Dengan segala sentuh hangat dan selimut nafsu yang menyengat
Bergeliat geli penuh nikmat serba kilat
               
    Aku mau kamu melumatku hingga senja tenggelam
                Dengan segala sentuh malu yang terlupa dan birahi yang menyala
                Bergelinjang hebat karena terlalu sempit sampai terasa serba terhimpit

Aku mau kamu mendalamiku hingga mentari lelah berotasi sendiri
Dengan segala remas panas dan cambuk hingga remuk tak berbentuk
Bergetar menggelepar tertampar rasa terhempas tak gentar
               
    Aku mau kamu meniduriku hingga embun pagi enggan tampakan diri
                Dengan segala jerit melilit sampai nafas saja terasa sulit
                Berebah berdua tak tentu ke segala arah

Aku mau kamu menciumku sesingkat angin buat dedaunan terangkat
Dengan segala sayang yang tak mungkin mudah melayang
Berbisik syahdu di telinga “biarkan waktu dan ikatan sah yang beri semua itu…”
               
    Aku mau kamu tetap denganku
                Dengan segala kesetiaan yang sederhana tanpa perlu agungkan cinta
                Berjalan beriringan tapaki kehidupan walau tanpa bermacam ilusi birahi menyesatkan