Monday, January 31, 2011

Biar Birahi Tahu Diri

Aku mau kamu menjamahku hingga fajar menyingsing
Dengan segala sentuh hangat dan selimut nafsu yang menyengat
Bergeliat geli penuh nikmat serba kilat
               
    Aku mau kamu melumatku hingga senja tenggelam
                Dengan segala sentuh malu yang terlupa dan birahi yang menyala
                Bergelinjang hebat karena terlalu sempit sampai terasa serba terhimpit

Aku mau kamu mendalamiku hingga mentari lelah berotasi sendiri
Dengan segala remas panas dan cambuk hingga remuk tak berbentuk
Bergetar menggelepar tertampar rasa terhempas tak gentar
               
    Aku mau kamu meniduriku hingga embun pagi enggan tampakan diri
                Dengan segala jerit melilit sampai nafas saja terasa sulit
                Berebah berdua tak tentu ke segala arah

Aku mau kamu menciumku sesingkat angin buat dedaunan terangkat
Dengan segala sayang yang tak mungkin mudah melayang
Berbisik syahdu di telinga “biarkan waktu dan ikatan sah yang beri semua itu…”
               
    Aku mau kamu tetap denganku
                Dengan segala kesetiaan yang sederhana tanpa perlu agungkan cinta
                Berjalan beriringan tapaki kehidupan walau tanpa bermacam ilusi birahi menyesatkan

Wednesday, January 26, 2011

Tala Lana Nala

Kau tak akan tahu
Sama halnya aku
                                Siapa mereka
                                                Asal mereka
                                                                Wujud mereka
               Karena mereka hanyalah Tara, Lana, Nala

Tara Lana Nala
Tak seperti Trimurti , yang menyatu dalam satu badan yang sama dengan tiga jiwa berbeda
Bukan juga Nangkula-Sadewa, si kembar yang hanya tokoh protagonis sampingan dalam perang Baratayudha

Tara Lana Nala
Hanya 3 wanita yang mampir dalam mimpiku
Berwujud aku
Dalam tiga tubuh terpisah dengan karakter yang tak sama
Antagonis, protagonis, melankolis

Kupikir mereka tak lebih dari bunga tidur biasa yag tak berarti
Sama dengan segala api dan air yang menari hiasi mimpi
Namun..

Tara Lana Nala
Hadir dengan 3 pribadi berbeda, yang masing-masing menjadi tokoh utama dalam kehidupannya
Berwujud aku
Seakan mereka adalah aku dengan tiga jiwa yang sengaja Tuhan pisah

Mereka saling membuktikan diri
                Dengan menanipulasi dan eksploitasi diri
                                Dengan menebar hangat dan abdikan diri
                                                Dengan memupuk mimpi namun berdiam diri

Mereka jalani hidup dengan cara sendiri
Mengesampingkan segala kesamaan dan keterikatan diantara mereka
Mengejar segala apa yang bisa mereka raih
                Kesenangan, kebersamaan, kehadiran yang dapat berarti

Namun kemudian mereka saling memakan saudara sendiri
Memanfaatkan, menjatuhkan, sengaja mematikan
                Ada yang mencoba bertahan namun gagal
                                Ada yang mencoba menguatkan namun percuma
                                                (Lagi-lagi) Antagonis, protagonis, melankolis

Seminggu kemudian aku kembali bermimpi
Dengan 2 wanita  yang rasanya pernah aku jumpai

Tara dan Nala
Berwujud aku
Seakan mereka adalah aku, dengan tiga jiwa yang sengaja Tuhan pisah
Dalam 2 tubuh terpisah dengan karakter yang tak sama
Antagonis,  melankolis

Aku melihat mereka
Tara Nala
Berwujud aku
'Namun bukan diriku'

Dalam hening aku bertanya
Dimana gerangan Lana

Tara Nala
Berwujud aku
Seakan mereka adalah aku, dengan tiga jiwa yang sengaja Tuhan pisah

Lana tiada
Mati begitu saja
"Aaahh.. Apa ini berarti protagonis dalam diriku tak lagi ada?"